Sosialisasi Layanan Pendidikan Tinggi bagi PMI di Negeri Jiran

Pengurus UT Pokjar Johor mengadakan sosialisasi layanan pendidikan tinggi bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia secara daring melalui Zoom Meeting (4/2). Kegiatan yang dibuka oleh Plh. PF Pensosbud KJRI Johor Bahru ini mengusung tajuk 'Menjadi Pahlawan Devisa dan Pejuang Pendidikan Sepanjang Hayat'.

Plh. PF Pensosbud KJRI Johor Bahru menyampaikan kata sambutan


Dalam sambutannya, Plh. Pensosbud KJRI Johor Bahru, Bapak Sandy Katuuk memberi suntikan motivasi kepada audiens, "Dengan etos juang para PMI yang berani berjuang, bekerja, dan belajar, martabat dan masa depan bangsa akan cerah." Senada dengan Bapak Sandy Katuuk, Ketua Pengurus UT Pokjar Johor, Bapak Safrizal Nugraha juga memberikan dorongan pada audiens untuk lebih berani dalam mengupayakan aktualisasi diri, "Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kuliah di UT. Saya adalah alumnus UT juga. Memang sangat berat dan menantang, tetapi ini bisa dilakukan!"

Ketua Pengurus UT Pokjar Johor memberikan petuah dan motivasi kepada audiens


Sementara itu, Ketua PPI UT Pokjar Johor, Bung Daru Catur berharap dengan adanya UT di luar negeri, khususnya di Johor Bahru, dapat menjadi wadah bagi PMI untuk meraih mimpi dan cita-citanya. "Saya sangat yakin, kita yang berada di sini merupakan manusia-manusia hebat yang selangkah lebih maju," ungkap Bung Daru untuk mengapresiasi etos juang para mahasiswa. 

Di tengah kesibukan kerja, Ketua PPI, Daru Catur menyampaikan sambutannya.

Kegiatan 'Sosialisasi Layanan Pendidikan Tinggi bagi PMI' kian terasa spesial dengan adanya 'sharing session' oleh alumnus UT, Dessy Fauzica Fristha T., S.S., atau akrab disebut DJ Fristha. Sebagai alumni, Fristha mengisahkan proses dan perjuangannya kala menjadi pekerja sekaligus mahasiswa. "Seru banget! Satu asrama kuliah UT semua. Pada histeris waktu lihat nilai ujian," kata Friztha kala menceritakan keseruan perjuangannya bersama kolega seasrama.

Alumni UTPJ, DJ Fristha, menceritakan pengalamannya selama menjadi mahasiswa


Kegiatan inti diisi oleh Kepala PPMLN, Dr. Pardamean Daulay dan Koordinator Regjian UT Luar Negeri, Ibu Dina Arianti. Bapak Damai dan Ibu Dina memaparkan benefit dan segala fleksibilitas layanan pendidikan tinggi melalui UT. Dengan diselingi kelakar-kelakar renyah dan berbalas pantun, para audiens begitu antusias mengikuti paparan dari 'duet maut PPMLN' ini.

Dr. Pardamean Daulay memaparkan materi ihwal UT dengan jelas dan bernas



Sesi tanya jawab juga berlangsung semarak dan sarat antusiasme. Salah satu audiens yang bernama Christin Sihombing menyampaikan hasratnya untuk bisa berkuliah di UT Pokjar Johor. Namun, keinginannya terkendala ijazahnya yang masih ditahan sekolah. Segala macam upaya telah dilakukan Christin, tetapi pihak sekolah tetap berpegang teguh pada aturan bahwa ijazah harus diambil secara langsung oleh siswa dan tidak bisa diwakilkan. Sembari berlinang peluh, Christin hampir berputus asa dan hendak megubur niatannya untuk bisa menjadi mahasiswa.



Keinginan Christin untuk menjadi mahasiswa UT Pokjar Johor akan segera terwujud.

Keluh kesah Christin disambut dengan beberapa alternatif solusi dari Bapak Sandy, Bapak Damai, dan Bapak Safrizal. Dengan melakukan upaya lobi, alhasil, pada hari ini (5/2), Christin dapat memperoleh pindaian ijazahnya dari sekolah meski belum dicap tiga jari. Dengan demikian, keinginan Christin untuk dapat menjadi mahasiswa UT Pokjar Johor akan segera terwujud. KJRI Johor Bahru, PPMLN Universitas Terbuka, Pengurus UT Pokjar Johor, dan PPI UT Pokjar Johor berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik dalam memfasilitasi PMI untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi. 


Komentar

Unknown mengatakan…
Luar biasa. Sangat berminat ingin jadi mahasiswa di universitas terbuka pokjar johor

Postingan populer dari blog ini

Pekerja Migran Indonesia Di Johor Bahru Resmi Berseragam UT Pokjar Johor

Ibu Rumah Tangga Raih Gelar Sarjana Dalam Waktu Tiga Setengah Tahun