Disporseni UT 2021 MTQ: Api Semangat Pak Marsam yang Pantang Padam

Mahasiswa UT Pokjar Johor, Marsam Amin, mengikuti Disporseni UT 2021 cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ (26/08). Tidak hanya membawa ‘Panji UT Pokjar Johor’, Pak Marsam  juga menjadi perwakilan mahasiswa UT di luar negeri dalam Disporseni MTQ.

Disporseni UT 2021 MTQ dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) dan diikuti oleh 46 peserta dari UPBJJ UT di dalam negeri, luar negeri, serta universitas undangan. Oleh karena diselenggarakan secara daring, KJRI Johor Bahru berperan sebagai fasilitator penyelenggara Disporseni UT bagi seluruh mahasiswa UT Pokjar Johor.

Pak Marsam, delegasi mahasiswa UT luar negeri untuk lomba MTQ

Pak Marsam datang ke KJRI Johor Bahru didampingi sang istri. Sebelum dan sesudah memulai perlombaan, Pak Marsam mendapatkan dukungan dan apresiasi dari Konsul Jenderal Sunarko. Semangat juang dan dedikasi Pak Marsam untuk terus belajar mengundang rasa kagum dan apresiasi dari Konjen Sunarko. Ya, tahun depan, usia Pak Marsam telah berkepala lima, tetapi semangat juangnya dalam bekerja, belajar, dan berkarya tetap menggelora. 

Sang istri turut setia menemani perjuangan Pak Marsam dalam lomba MTQ Disporseni 

Pak Marsam melantunkan surat Al-Nahl ayat 84 dengan tartil. Pengurus UT Pokjar Johor, Safrizal Nugraha, yang turut mendampingi Pak Marsam mengaku merinding dan haru. “Saya merinding. Pak Marsam seperti mengajak saya bernostalgia semasa belajar MTQ dulu. Irama Bayyati yang Pak Marsam lantunkan bikin saya mau nangis,” ungkap Pak Safrizal.

Disporseni UT 2021 dihelat secara daring

Sementara Pak Marsam mengaku bersyukur bisa mengikuti Disporseni UT 2021 MTQ. “Saya tidak menyangka bisa didapuk menjadi perwakilan UT luar negeri. Terlepas dari hasilnya nanti, saya tetap bersyukur bisa mengikuti event ini sebagai ajang silaturahmi dan beribadah,” kata Pak Marsam, yang juga merupakan mahasiswa komunikasi semester 4  dengan penuh kerendahan hati.

Pak Marsam sejatinya telah malang melintang di dunia tilawah. Sejak SMA hingga menjadi guru honorer di madrasah, Pak Marsam acap mengikuti pagelaran MTQ. “Saya pernah ikut MTQ di Jambi, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, dan Pacitan. Namun, sekarang hidup sebagai buruh dan tinggal di belantara sawit Pontian bikin saya jarang latihan. Alhamdulillah, dengan mengikuti ini (Disporseni UT 2021, red), saya jadi tergerak lagi untuk belajar tilawah.”

 


Tabik! Konjen Sunarko mengapresiasi kiprah dan perjuangan Pak Marsam.
Api semangat yang pantang padam!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pekerja Migran Indonesia Di Johor Bahru Resmi Berseragam UT Pokjar Johor

Ibu Rumah Tangga Raih Gelar Sarjana Dalam Waktu Tiga Setengah Tahun

Filosofi Logo DPM UT Pokjar Johor